Thursday, June 19, 2014

Penetapan Potensi Antibiotika Menurut FI IV

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM BIOANALISIS I


Penetapan Potensi Antibiotika Menurut FI IV



 

















KELAS / KELOMPOK      : B/4
ANGGOTA KELOMPOK : 1. Erryza Amadea             (2011210085)
                                   2. Faradilla Hanita Sari              (2011210091)
                                   3. Febrina Nurmayadewi (2011210092)*       















FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA
2014
I.                 PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Definisi antibiotika menurut Turpin dan Velu adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh organisme hidup atau yang diperoleh melalui proses sintesis yang memiliki indeks kemoterapi yang tinggi, yang manifestasi aktivitasnya pada dosis yang sangat rendah secara spesifik mampu menghambat proses vital tertentu pada virus, mikroorganisme ataupun juga berbagai organisme bersel banyak.
Potensi antibiotika merupakan besaran aktivitas biologis dari suatu antibiotika yang tidak dapat ditentukan secara kimia atau fisikokimia, tetapi umumnya dilakukan secara mikrobiologi. Prinsip penetapan potensi antibiotika adalah dengan membandingkan kemampuan suatu antibiotika dengan antibiotika baku dalam menghambat pertumbuhan mikroba uji yang peka. Antibiotika baku adalah antibiotika yang kadar dan aktivitasnya telah diketahui dengan pasti dibandingkan dengan antibiotika baku internasional.
Penetapan potensi antibiotika secara mikrobiologi dapat dilakukan dengan metode lempeng silinder atau metode turbidimetri. Metode lempeng silinder didasarkan pada difusi antibiotika dari silinder yang dipasang tegak lurus pada lapisan agar padat dalam cawan petri atau lempeng, sehingga mikroba yang ditambahkan dihambat pertumbuhannya. Penghambatan pertumbuhan mikroba ini akan tampak sebagai diameter daerah hambat (DDH). Metode turbidimetri berdasarkan pada penghambatan pertumbuhan biakan mikroba dalam larutan homogen antibiotika, dalam media cair yang dapat menumbuhkan mikroba dengan cepat bila tidak terdapat antibiotika.
Pada praktikum ini, akan dilakukan penetapan % potensi antibiotika secara mikrobiologi berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi IV dengan menggunakan metode lempeng silinder atau difusi agar. Prosedur lengkap pengujian dapat dibaca pada Lampiran <131> di Farmakope Indonesia Edisi IV.

B.   Perumusan Masalah
1)   Apakah antibiotik yang beredar memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan mikroba?
2)   Apakah produk antibiotik kloramfenikol dapat bekerja spesifik terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli sesuai dengan persyaratan pada Farmakope Indonesia edisi IV?

C.   Tujuan dan Manfaat Percobaan
1.  Menghitung besarnya presentase potensi antibiotika kloramfenikol terhadap bakteri uji Escherichia coli.
2.  Menetapkan potensi antibiotik kloramfenikol berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi IV dengan cara mengukur diameter daerah hambat.

II. TINJAUAN PUSTAKA

·  Teori Dasar

o    Kemoterapi Antimikroba
Zat kimia telah digunakan untuk pengobatan penyakit infeksi sejak abad ke-17 (misalnya, kina untuk malaria dan emetin untuk amebiasis), namun, kemoterapi sebagai suatu ilmu baru mulai dikembangkan oleh Paul Ehrlic pada awal dekade abad ke-20. Masa perkembangan kemoterapi antimikroba sekarang dimulai pada tahun 1935, dengan penemuan sulfonamida. Pada tahun 1940, diperlihatkan bahwa penisilin, yang ditemukan pada tahun 1929, dapat dibuat menjadi zat kemoterapi yang efektif. Selama 25 tahun berikutnya, penelitian kemoterapi sebagian besar berpusat sekitar zat antimikroba yang berasal dari mikroorganisme, yang dinamakan antibiotika.

o    Mekanisme Kerja Obat Antimikroba yang digunakan di Klinik
Suatu zat antimikroba yang ideal memiliki toksiitas selektif. Istilah ini berarti suatu obat berbahaya bagi parasit tetapi tidak membahayakan inang. Seringkali, toksisitas selektif lebih bersifat relatif dan bukan absolut; ini berarti bahwa suatu obat yang pada konsentrasi tertentu dapat ditoleransi oleh inang, dapat merusak parasit.
Toksisitas selektif dapat berupa fungsi dari suatu reseptor khusus yang dibutuhkan untuk pelekatan obat, atau dapat bergantung pada penghambatan proses biokimia yang penting untuk parasit tetapi tidak untuk inang. Mekanisme kerja sebagian besar obat antimikroba belum dimengerti secara jelas. Namun, untuk mudahnya dapat dibagi menjadi empat cara:
1)   Penghambatan sintesis dinding sel
2)   Penghambatan fungsi selaput sel
3)   Penghambatan sintesis protein (yaitu, hambatan translasi dan transkripsi bahan genetik)
4)   Penghambatan sintesis asam nukleat.

o    Pengukuran Aktivitas Antimikroba
Penentuan nilai-nilai ini dapat dilakukan dengan salah satu dari dua metode utama berikut: pengenceran atau difusi.
Dengan menggunakan bakteri percobaan standar dan contoh obat yang telah dikenal sebagai perbandingan, metode ini dapat digunakan untuk menentukan potensi antibiotika yang sedang diperiksa atau kepekaan mikroorganisme.
a)        Metode Pengenceran
Sejumlah obat antimikroba tertentu dicampurkan pada perbenihan bakteri yang cair atau padat. Kemudian perbenihan tersebut ditanami dengan bakteri yang diperiksa, dan dieram. Titer obat ialah jumlah obat antimikroba yang dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan atau mematikan bakteri yang diperiksa. Tes kepekaan pengenceran-agar memakan waktu , dan penggunaannya terbatas pada keadaan khusus. Tes pengenceran-kaldu tidak praktis dan jarang digunakan bila pengenceran harus dibuat dalam tabung reaksi; namun, adanya serentetan pengenceran-kaldu yang sudah disiapkan untuk pelbagai obat dalam lempeng mikrotiter telah meningkatkan dan mempermudah cara tersebut. Keuntungan tes pengenceran kaldu mikrodilusi ialah memungkinkan adanya hasil kuantitatif, yang menunjukkan jumlah obat yang diperlukan untuk menghambat (mematikan) mikroorganisme yang diperiksa.
b)        Metode Difusi
Cakram kertas saring, cawan yang berliang renik, atau silinder tidak beralas, yang mengandung obat dalam jumlah tertentu ditempatkan pada perbenihan padat yang telah ditanami dengan biakan tebal organisme yang diperiksa. Setelah pengeraman, garis tengah daerah hambat jernih yang mengelilingi obat dianggap sebagai ukuran kekuatan hambatan obat terhadap organisme yang diperiksa. Metode ini dipengaruhi banyak faktor fisik dan kimiawi di samping interaksi antara obat dan organisme (misalnya, sifat perbenihan dan daya difusi, ukuran molekul, dan stabilitas obat). Meskipun demikian, dengan standarisasi keadaan akan memungkinkan pengukuran kuantitatif potensi obat atau kepekaan organisme.
Bila menentukan kepekaan bakteri dengan cara difusi, sebagian besar laboratorium menggunakan cakram kertas saring yang telah diberi antibiotika. Suatu gradien konsentrasi antibiotika terbentuk dalam perbenihan melalui difusi cakram. Karena difsi merupakan suatu proses yang terus berjalan, gradien konsentrasi ini tidak pernah stabil untuk waktu lama; tetapi suatu stabilisasi tertentu dapat diciptakan dengan membiarkan difusi berlangsung sebelum bakteri tumbuh pada perbenihan. Kesulitan terbesar ialah laju pertumbuhan yang beragam di antara pelbagai mikroorganisme.
Interpretasi hasil tes difusi harus didasarkan pada perbandingan antara metode pengenceran dengan metode difusi. Perbandingan ini telah dibuat, dan juga rujukan standar internasional telah dibuat. Garis regresi linear dapat menyatakan hubungan antara log konsentrasi minimum hambatan pada tes pengenceran dan garis tengah daerah hambatan pada tes difusi.
Penggunaan cakram tunggal untuk tiap antibiotika dengan keadaan tes yang standar memungkinkan penilaian kepekaan atau resistensi mikroorganisme dengan membandingkan ukuran daerah hambatan terhadap suatu patokan obat yang sama (metode Kirby-Bauer).
Penghambatan di sekeliling lempengan yang mengandung sejumlah obat antimikroba tidak menimbulkan kepekaan terhadap kadar obat yang sama permilimeter, darah, atau urine.

III. METODOLOGI PENELITIAN


A.   Alat dan Bahan
-          Alat    :


·         Tabung-tabung reaksi steril
·         Pipet-pipet volume steril
·         Lampu spiritus
·         Erlenmeyer
·         Pinset
·         Rak tabung
·         Pencadang besi steril
·         Cawan-cawan petri steril
·         Alat ukur DDH/jangka sorong
·         Inkubator



-          Bahan :


·       Antibiotika kloramfenikol
·      Suspensi biakan mikroba uji Escherichia coli berumur 24 jam, 25%T
·      Larutan pengencer antibiotika yang sesuai
·       Nutrient Agar




B.   Cara Kerja
Ø  Penyiapan Larutan Baku
Ditimbang seksama sejumlah tertentu bahan baku yang kemudian dilarutkan dengan pengencer hingga diperoleh larutan induk baku dengan konsentrasi 100 SI/ml atau 100 µg/ml. Dari larutan induk baku dibuat 5 seri pengenceran dosis (S1, S2, S3, S4, dan S5), dengan perbandingan antara S1:S2, S2:S3, S3:S4 dan S4:S5 sebesar 1:1,25. Dosis tengah (S3) untuk suatu jenis antibiotika dibuat dengan konsentrasi mengikuti ketentuan sebagaimana tercantum pada Lampiran <131> Farmakope Indonesia edisi IV, Tabel 1 (dapat dilihat pada bagian Lampiran).

Ø  Penyiapan Larutan Uji
Dibuat larutan uji suatu antibiotika dengan konsentrasi sama dengan S3 baku.

Ø  Pembuatan Kurva Baku
1)      Disiapkan 3 cawan petri untuk masing-masing dosis larutan baku, kecuali untuk dosis larutan baku S3. Ke dalam tiap cawan petri dituangkan 15 mL media NA (±45oC), digoyangkan hingga membentuk lapisan dan biarkan memadat sebagai lapisan dasar. Ke permukaan lapisan dalam tiap cawan dituangkan 5 mL agar inokula, digoyang dan diputar hingga membentuk lapisan yang rata dan dibiarkan hingga memadat. Agar inokula dibuat dengan cara menambahkan 3,5 mL suspensi bakteri ke dalam 70 mL media cair steril. Jenis mikroba uji untuk penetapan antibiotik disesuaikan sebagaimana tercantum pada Lampiran <131> Farmakope Indonesia edisi IV, Tabel 2 (dapat dilihat di bagian Lampiran).
2)      Sebanyak 6 silinder besi tahan karat steril dijatuhkan pada permukaan lapisan agar inokula dalam tiap cawan. Ke dalam 3 silinder pada cawan-cawan untuk dosis larutan baku S1diteteskan 0,1 ml larutan baku S1 dan ke dalam 3 silinder lainnya 0,1 ml larutan baku S3.
3)      Ke dalam silinder-silinder pada cawan-cawan untuk dosis larutan baku S2 dilakukan penetesan seperti di atas menggunakan larutan baku S2 dan S3. Pada cawan-cawan untuk dosis larutan baku S4 menggunakan larutan baku S4 dan S3, dan pada cawan-cawan untuk dosis larutan baku S5 menggunakan larutan baku S5 dan S3.
4)      Semua cawan dibiarkan lebih kurang 1 jam (pra inkubasi), kemudian diinkubasi pada suhu 35-37oC selama 18-24 jam. Setelah masa inkubasi, garis tengah daerah hambatan yang terbentuk diukur dan dilakukan koreksi terhadap garis tengah rata-rata daerah hambatan dosis larutan baku S1, S2, S4, dan S5 seperti yang tertera pada perhitungan.
5)      Garis tengah rata-rata daerah hambatan yang telah dikoreksi dibuat kurva baku log dosis terhadap garis tengah hambatan pada kertas grafik semilog dengan log dosis sebagai sumbu X dan garis tengah hambatan sebagai sumbu Y.

Ø  Penetapan Potensi Contoh
1)      Disiapkan 3 cawan petri untuk dosis larutan uji Su, dari setiap contoh dan dilakukan sampai peletakan silinder besi tahan karat seperti pada pembuatan kurva baku. Ke dalam 3 silinder pada cawan-cawan untuk larutan uji U dari tiap contoh diteteskan masing-masing 0,1 ml larutan uji Su dan ke dalam 3 silinder lainnya 0,1 ml larutan baku S3.
2)      Semua cawan dibiarkan lebih kurang 1 jam, kemudian diinkubasi pada suhu 35-37oC selama 18-24 jam. Garis tengah daerah hambatan yang terbentuk setelah masa inkubasi diukur dan dilakukan koreksi. Interpolasikan garis tengah rata-rata yang telah dikoreksi ke kurva baku yang telah dibuat untuk menghitung potensi contoh.





IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil
Dosis
Diameter Daerah Hambat (mm)
Cawan I
(Kelompok B4)
Cawan II
(Kelompok B3)
S1
10
14
12
11
10
13
S31
10
11
10
12
10
11
S2
11
12
11
10
10
11
S32
10
10
10
10
10
10
S4
10
10
10
9
11
11
S34
10
10
10
10
12
10
S5
10
12
10
12
11
10
S35
9
10
9
10
10
10
Suji
13
11
0
12
0
12
S3 Uji
13
12
0
11
17
11

Dosis
Rata-rata
Koreksi DDH
S1
11,67±1,63
11,27
S31
10,67±0,82

S2
10,83±0,75
11,1
S32
10,00±0,00

S4
10,17±0,75
10,11
S34
10,33±0,82

S5
10,83±0,98
11,43
S35
9,67±0,52

Suji
8±6,23
7,6
S3 Uji
10,67±5,68




Perhitungan:
Konsentrasi larutan induk: 5 ppm
Akan dibuat seri pengenceran S1, S2, S3, S4, dan S5 dengan volume masing-masing 5 ml.
Ø  Pengenceran baku S1
Konsentrasi seri pengenceran S1 = 1/1,25 x 4 = 3,2 ppm
V1 x N1            = V2 x N2
V1 x 10 ppm    = 5 ml x 3,2 ppm
V1                    =  1,6 ml; ad 3,4 ml dengan aquadest steril
Ø  Pengenceran baku S2
Konsentrasi seri pengenceran S2 = 1/1,25 x 5 = 4 ppm
V1 x N1            = V2 x N2
V1 x 10 ppm    = 5 ml x 4 ppm
V1                    = 2 ml; ad 3 ml dengan aquadest steril
Ø  Pengenceran baku S3
Konsentrasi seri pengenceran S3 = konsentrasi larutan uji = 5 ppm
V1 x N1            = V2 x N2
V1 x 10 ppm    = 5 ml x 5 ppm
V1                    =  2,5 ml; ad 2,4 ml dengan aquadest steril
Ø  Pengenceran baku S4
Konsentrasi seri pengenceran S4 = 1,25/1 x 5 = 6,25 ppm
V1 x N1            = V2 x N2
V1 x 10 ppm    = 5 ml x 6,25 ppm
V1                    =  3,125 ml; ad 1,875 ml dengan aquadest steril
Ø  Pengenceran baku S5
Konsentrasi seri pengenceran S5 = 1,25 x 6,25 = 7,8125 ppm
V1 x N1            = V2 x N2
V1 x 10 ppm    = 5 ml x 7,8125 ppm
V1                    = 3,90625 ml; ad 1,09375 ml dengan aquadest steril

     Rata-rata S3 total (YS3T) = 10,27±2,45

o  Rata-rata koreksi S1:
11,67 + (10,27 – 10,67)
= 11,27

o  Rata-rata koreksi S2:
10,83 + (10,27 – 10,00)
= 11,1

o  Rata-rata koreksi S4:
10,17 + (10,27 – 10,33)
= 10,11

o  Rata-rata koreksi S5:
10,83 + (10,27 – 9,67)
= 11,43

o  Rata-rata koreksi Suji:
8 + (10,27 – 10,67)
= 7,6


     Pembuatan Kurva Baku:

Dosis (µg/ml)
Log Dosis
(X)
Rata-rata Koreksi DDH
Sebelum regresi
(Y)
Rata-rata Koreksi DDH
Setelah regresi
(Y)
S1
3,2
0,51
11,27
10,98
S2
4
0,60
11,1
10,91
S3
5
0,70
10,27
10,84
S4
6,25
0,80
10,11
10,76
S5
7,8125
0,89
11,43
10,69

a = 11,3568
b = -0,744
y = a + bx
y = 11, 3568 – 0,744x
maka dosis larutan uji=
yuji = 11,3568 – 0,744x
7,6 = 11,3568 – 0,744x
x = 5,0495 (log dosis uji)
dosis uji = antilog 5,0495 = 112072,74 µg/ml

     Rata-rata Koreksi DDH Setelah Regresi :
o   S1
y = 11, 3568 – 0,744x
y = 11,3568 – (0,744 x 0,51)
y = 10,98
o   S2
y = 11,3568 – (0,744 x 0,60)
y = 10,91
o   S3
y = 11,3568 – (0,744 x 0,70)
y = 10,84
o   S4
y = 11,3568 – (0,744 x 0,80)
y = 10,76
o   S5
y = 11,3568 – (0,744 x 0,89)
y = 10,69


B.   Pembahasan
1)      Sebelum memulai praktikum, tangan dan meja disemprot menggunakan larutan alkohol yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang steril sehingga mikroba yang tidak diinginkan tidak mengganggu hasil praktikum.
2)      Prinsip dari pengujian antibiotik adalah mengukur diameter daerah hambat (DDH) yang terbentuk, dimana DDH tersebut memperlihatkan daerah yang tidak terdapat pertumbuhan bakteri akibat penghambatan oleh antibiotik yang diuji dan antibiotik baku.
3)      Pada metode yang seharusnya (yang tertera pada FI IV) larutan induk antibiotik baku yang digunakan adalah larutan induk dengan konsentrasi 10 µg/ml, tetapi pada praktikum, larutan induk yang digunakan adalah larutan dengan konsentrasi 5 µg/ml (1/2x konsentrasi pustaka). Sehingga perlu dilakukan pengamatan pada hasil praktikum kelas D agar diperoleh potensi antibiotik yang setara dengan pustaka.
4)      Sebelum dilakukan inkubasi pada suhu 35-37oC selama 18-24 jam dilakukan pra inkubasi agar antibiotik yang berada di dalam silinder dapat berdifusi dahulu ke dalam lapisan agar, setelah itu dilakukan inkubasi agar bakteri dapat tumbuh secara optimal.
5)      Antibiotik dibuat dalam beberapa konsentrasi dari larutan induk untuk melihat sejauh mana pengaruh konsentrasi antibiotik terhadap aktivitas antimikrobanya.
6)      Pada percobaan kali ini dipilih antibiotik kloramfenikol karena kloramfenikol merupakan suatu antibiotik spektrum luas yang mampu membunuh bakteri gram negatif maupun gram positif.
7)      Uji potensi antibiotik kloramfenikol menunjukkan adanya zona bening pada daerah pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada ke-5 seri pengenceran baku, dimana S1, S2, S3, S4, dan S5 berturut-turut sebesar 11,27; 11,11; 10,27; 10,11 dan 11,43. Berdasarkan data yang diperoleh, data pengamatan tidak sesuai dengan pustaka yang menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi antibiotik maka akan semakin besar DDH yang terbentuk, hal tersebut dapat terjadi karena bergesernya pecadang besi yang berisi antibiotik dari posisi awal dan dapat juga dikarenakan pengenceran yang kurang teliti.
8)      Dari perhitungan persamaan regresi kurva baku, didapatkan dosis larutan uji sebesar 112063,03 µg/ml; dosis yang didapatkan terlampau besar seharusnya dosis antibiotik uji yang didapat hasilnya mendekati dengan dosis antibiotik baku yang digunakan, karena data hasil percobaan yang tidak akurat, persamaan regresi yang didapatpun menjadi tidak valid sehingga dosis kloramfenikol yang sebenarnya tidak dapat ditentukan dan % potensi antibiotik uji dibandingkan antibiotik bakunya juga tidak dapat ditentukan.



V. PENUTUP

A.  Kesimpulan        
1.      Persentase potensi antibiotika kloramfenikol terhadap Escherichia coli =

B.   Saran         
1)        Dilakukan prosedur penetapan potensi antibiotika kloramfenikol kembali dengan meningkatkan konsentrasi antibiotik.






VI. DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia Edisi IV. 1995.
Jawetz, et.al. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 20. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.



Tuesday, January 21, 2014

yellowted: Bye bye 2013, anotherpast great year....Welcoming...

yellowted: Bye bye 2013, anotherpast great year....
Welcoming...
: Bye bye 2013, another past great year.... Welcoming 2014 as usual dengan ujian akhir semester, well, it’s been done also. Skrg udah LI-...
Bye bye 2013, another past great year....

Welcoming 2014 as usual dengan ujian akhir semester, well, it’s been done also. Skrg udah LI-BU-RAN! :D YES! LIBURAAANNNN!!! Finally you come to mamaaaaa ^.^

2013, banyak momen yang mantep sih tahun itu, mulai dari kakek gue meninggal di awal tahun yang mengharuskan keluarga bolak balik Palembang dan gue sering dtinggal di Jakarta sndirian krna kuliah ga bs ditinggal T.T
Eh tapi pas kakek gue meninggal, gue ikut ke Palembang kok, brgkt jumat malem, smpe jkrta senin jam 7.00 pagi, dan gue udh harus di kampus jam 08.00. HECTIC!

Trs lanjut ke pertengahan thn, dmn bokap sm kk gue berturut2 dirawat gara2 DB, so bolak balik nungguin di RS, dan seninnya gue UAS smster genap wktu itu, trs belajarnya? Ya gt, krna druangan bokap drawat ga kondusif, gue lebih sering di dlm mobil sendirian smbil ngapal2 mantera buat ujian yg berakhir dengan>> KETIDURAN DI DLM MOBIL. Biarpun bgtu, alhamdulillah IP smstr 4 lalu ttp aman, malah lebih baik sih dbanding smster2 sblmnya. Alhamduuuuu....lillah~

Dan terakhir yaitu, kepanitiaan gue yg numpuk. Dimulai dari keanggotaan gue di sebuah acara besar ISMAFARSI-CIMSA, yaitu AMMCI 2013. Di awal gue ga ngerasa kerja apa2 krna PJ divisi gue (MDO-Multimedia and Design Officer) melarikan diri, dan gue ga tau kalo trnyata tanggung jwb udh dialihkan ke kapelnya langsung, so, gue baru kerja pas akhir2, jd paling aktif pas akhir, dan ditunjuk begitu saja oleh kapel buat jd PJ, dr situ gue mulai sok2an akrab sm tim gue dr unair, uin, unbraw, yg sebelumnya gue ga kenal sama skali krna ga prnah ikut OLM. Dan diakhir, yaaa tntu saja kewajiban seorang PJ>> BIKIN LPJ T_T *kan gue ga ngerti apa2-_________________-*

Trs, jd ketua dekor di sebuah acara univ, ngurus ini itu berminggu2, smpe mlm dekorpun gue pulang jam 11 mlm, dan besoknya UAS Praktik KOLTOK :O

Ngurus buletin ismafarsi edisi kedua, sebagai PEMRED, hrs ttp ingetin anggota2nya ttg tgsnya msg2, mastiin kalo semua kerja sesuai rencana, bahkan disaat gue UAS pun hrs cek hasil2 buletinnya :> WHAT A LIFE!


Tp semuanya udah berlalu dan alhamdulillah lancar2 saja, thanks Allah :*

THIS YEAR, HOPEFULLY BE A GREAT YEAR AND SEMESTER AGAIN :)

6th semester, I’M COMING! NO WORRY MUCH, JUST BE MINE THEN I’LL FINISH U BEST *emote otot ala2 whatspp*



Rabu, 22 Januari 2014
Di kamar bersama lagu2 Raisa dengan setumpuk tissue*kebetulan lagi pilek*

Dengan suasana Jakarta yang tdk hujan seperti biasanya.....

Sunday, July 21, 2013

a resume

Hi guys, me back after many full collegian activity! XD
Final test was done, then get my holiday. So thankful to Allah SWT, finally done through 4th semester and ready or not, after this long holiday, face 5th semester, please be great and full blessed.

And in this good turn to post, don’t kno exactly what story i wanna share, but just typing and posting. Mmmm maybe i wanna tell you ‘bout my little regret, no, not regret at all. Yes, still, everything has its plus and minus.

So, we start here...
...about my life story...
...enjoy

TK
Ini masa dimana dunia milik lo. YES, WHOLEWORLD! Ga peduli deh yang lu lakuin salah atau bener, yg penting hati riang perut kenyang~. Dulu, sblm masuk TK, sempet bingung mau TK dmn, nyokap bokap maunya masukin gue di TK yg sama kyk kk gue, tapi ntah kenapa, gue ga suka aja sama TK yg jaraknya deket banget itu sama rumah. Akhirnya, sebelum gue daftar TK, gue keliling2 nyari TK sm nyokap, suruh pilih sendiri. Dan pilihan gue jatuh pd sebuah TK yg ada gambar donal bebek dan mickey mousenya, di jalan belimbing mabad, sekarang sebelahan sm kampus gue gitu -_- Masa TK gue ya normal, sempet punya temen cowok deket (wes gileee masih TK juga x_X). Namanya iwan, doi sm nyokapnya dl sering jg main ke rumah gue, inget bnget gue suka main seharian sm dia nyari kepik gt di kebon dpn rmh gue (skrg kebonnya udh jd rumah). Sayang, skrg gue sm iwan lost contact semenjak dia pindah rumah *udah, gt aja, kita selesai*.

SD
Ini bisa dibilang masa jahiliyah gue. Belom punya jati diri gitu, dan dkelilingi anak2 cowok yang usilnya abstrak banget memaksa gue jd cewek tangguh. BEH! Tomboy abislah gue dsini. Pas SD sih terkenal anak yang pinter akademik dan pinter lukis (INI FIKTIF), serta PINTER BERANTEM. Gile lu, masih inget gue jambak2an ama tmn cowok, tendang2an meja, buat genk. Beh, alay tjooyy! Setiap upacara hari senin aja tugas gue selalu pemimpin upacara (kurang tangguh apa cobaaaa). Masa SD rada abnormal lah ya, tp bersyukur ajasih *okesip*

SMP
Nilai gue lulus SD waktu itu gak gede2 bnget, cuma enam komaan, tp waktu jaman gue, nilai sgitu udah bisa masuk SMP N 41 *katanya sih unggulan di JAKSEL*, kalo skrg, nilai 9 aja belom tentu ketampung, msti diatas 9 koma 5 *ga ngerti lagi sama anak2 jaman skrg*. Udah seneng bngt gue keterima di SMP yg katanya unggulan itu. Dan setelah daftar blabla segala macemnya, gue baru tau di SMP itu ada program akselerasi, jd bs nyelesein SMPnya 2 taun doang. Cukup menggiurkan rite? Alhasil, gue sok2an ikut testnya. Testnya 3 hari, yg lain pd MOS, yg ikutan seleksi aksel masih test -_-. Ga disangkanya gue lulus gitu dan dunia berasa HWAW! Krna emg awalnya ga rencana mau aksel, cukup keterima di 41, enough. *Terus masa SMP gue gimana dong?*
Ya gak gimana2, terjebak di sebuah kelas yg tata kursinya bs diubah sesuka lu krna sekelas cm 11 anak. Setiap ujian gak bakal bs sok2an nari bali mata lirik2 tajam ksana ksini, katauanlah yaaaaa. Asik sih, beneran berasa high class *ish*. Tiap tiga bulan mgkin, satu kelas pergi gt, semacem study tour sama org tuanya juga *unyu bnget kan*. Ga asiknya, tiap lu gabung sama anak regular, lu dipandang kyk alien. Yes, strange indeed! Lu ga punya temen kecuali tuh anak 11 *udh kyk tim bola*, kecuali kalo emg tuh anak regular ga nganggep lo alien. Jujur, SMP temen gue terbatas bnget. Suka iri skrg kalo gue jalan sm tmn kuliah, trs tmn kuliah gue ketemu sm temen SMPnya gt. *bahagia bnget, byk yg kenalan :3. Itu ga enak pertama, gak enak yang kedua, lu menjadi satu2nya kls yg ujian sedangkan yang lain bersenang ria. 2 kejadian mengenaskan yg gue inget...
Pertama, waktu pensi mau dimulai, drum band udh cetar membahana bnget, sedangkan gue brsama 10 rangers lain terjebak di kelas mau ujian matematika -_________-
Kedua, suatu hari diumumkan kpd seluruh murid SMP 41 bahwa bsk mau ada pembukaan pekan olahraga di GOR Ragunan, bsk semua pakai baju olahraga, dan tidak ada pelajaran. Tiba-tiba di hari H... “kelas aksel tetap belajar biasa ya”. Waktu itu jadwalnya ujian keterampilan jasa, semacem mulok gt. *muka pucat pasi* *belom belajar*. Alhamdulillahnya guru gue, bagai malaikat gt, ga jadi ujian krna kasian sm kita, akhirnya kita belajar biasa diperpus biar agak santai, dan tau gak? Di perpus, temen gue, Akbar, nangis... dia sedih, knp kita ga bebas pelajaran kyk kls lain :/ *pukpuk*
Rada nyesel juga knp ambil program aksel ini, many things may passed without a chance to enjoy it, but i learn much from this program and also from 10 rangers belong to acceleration class :3

SMA
Sincerely, gue takut bnget pas mau msk SMA, gue ngabayangin aja, nnti sekelas bakal ada 40 anak, yg biasanya gue cuma ada 11 anak. Tp gue balik lagi ke masa SD, dulu pas SD jg 40 anak may, you can! You brave! Hap hap!
Ternyata dari SMP gue, gue ga sndiri yg masuk ke SMA 39, ada indra, catur, afif, abi, sm one. BUT, SURE THEY DONT KNO ME YEAH! -__- pertama hari efektif, gue sekelas sm indra, dan dia bingung gt ngeliat gue make seragam batik yang sama kayak seragam batik dia *LO ANAK 41?* *IYA, TAPI GUE 41 DARI PLANET LAIN. BIP BIP*. Satu2nya yang kenal gue, cuma abi, mgkin krna dulu dia ketua osis di SMP, makanya dia kenal smua anak *mgkin*. Pas ditangga, gue papasan sm dia, gue sangka dia ga bakal kenal gue, yaudah gue nunduk ga nyapa dia, tiba2 “FEBRINA”. BEH! Meskipun itu bukan nama sapaan gue yg biasa, seenggaknya, DIA KENAL GUEEHHH T_T *haru.
SMA trnyata ga kalah seru sm SMP, bahkan 40 org bisa solid guys, dr exhsclafe (XH) dan satellite (XI IPA 3), kompak2 anak2nya. Dan di SMA, gue ketemu cinta pertama gue :3 *udah, gausah dibahas lg, udh sering di postingan lo sebelumnya May* -_-
That’s all, thanks for reading~~~~~






Sunday, March 31, 2013

23.29 WIB

23.29
tugas semsol teori gue not exacly done
gue malah........urus yg lain, bsk praktik pagi, selasa kuis, jumat uts praktik, blm nyicil sm sekali buat yg jumat.
gue malah........
pj mading
pj goodie bag

mading belum keurus smpe kmren ditegur
goodie bag ngirimnya telat 3 hari.
gue malah........

kalo sudah begini siapa yg bs bantu lo May :')


When I miss the old of us-our journey-

Ditemani hujan, bangun tidur, nerima sms dia akan balik ke Bandung......
Baru aja kemaren ketemu, tiba2 sore ini udh pamit pulang, waktu cepet bnget, baru aja kemaren gue jalan menuju halte nunggu dia dateng, tiba2 udh larut aja terus kita pulang.

LDR....
Kadang suka kangen masa SMA dulu, wktu gue masih pedekate sama dia, waktu pacaran masih tiap hari ketemu, waktu tiap pulang sekolah dia nungguin gue sampe dijemput, waktu gue selalu sengaja sms pulangnya telat setengah jam biar bisa sama dia dulu, kangen waktu seisi sekolah udh sepiiiiiiiii banget, kadang duduk di depan kelas gue, kadang di depan pos satpam, kadang di depan labkom.

Kangen waktu mendekati musim UTS gini minta ajarin dia fisika, waktu istirahat ataupun pulang sekolah, kangen curi2 pandang ke kelasnya dia waktu olah raga, atau curi2 pandang ke barisan kelas dia waktu upacara.

Dulu, pacarannya emg jarang jalan pergi2 kyk skrg, tapi tiap hari bisa ngeliat dia......

Waktu itu gerimis kecil2, kita dari kantin, jalan mau ke depan karena gue udah dijemput, dia mayungin gue pake telapaknya :') 
Telapak itu ga akan jaga gue gak kebasahan, terlalu kecil buat mayungin gue, tapi bentuk perhatiannya itu......makasih :')

Waktu gue ngambek abis2an, dia ngajak ketemu pulang sekolah, akhirnya kita ketemu di depan kelas tp gak sepatah katapun keluar dari mulut gue, dia kacau bukan main ternyata, sampe dimarahin temennya karena ngespam di twitter, di ceramahin di tempat lesnya. Tu, maafin aku........

Hari terakhir di sekolah, sebelum perjalanan panjang LDR ini dimulai, kita ngobrol berdua, di depan kelas gue, berat banget mulai semuanya, tapi kita pasti bisa Tu :D. Andai bisa tetep deket kayak SMA, tapi life must go on, kita harus pisah dulu, ketemu kalo libur semester, tapi kemaren, long weekend, makasih udah pulang.

Walaupun kemaren mungkin jadi hari terGAGAL kita, semoga Allah masih ngasih kita ksempatan ketemu lagi.

*skrg aku lagi duduk depan laptop, ngetik postingan ini, nunggu kamu sms "aku udh smpe mbul" :)*


Saturday, March 2, 2013

a week to welcome

Hey hey everybody! Finally get a turn to post~

Well, my short holiday was end, then through the collegian activity.
First week was done-happy-busy-stress-full pressure-over tired-full challenge- 

That's a little explanation for what have been going in a week ago.

New semester, new spirit! YEAH!

4th semester........
Indeed, butuh semangat EKSTRA. Seminggu, ada 4 praktikum dimana yang 3 praktikum durasinya 4 jam/praktik. You can say: getting old with your experiment.
*siapin tenaga, pikiran, jangan sampe salah fokus!*

Baru seminggu aja, badan sudah remuk redam. 

4th semester........
Are you ready with your EXTRA BIG BAG?
Yap! Satu matkul praktik-Semi Solid- disini, lo akan dilatih buat jadi kuli yang handal guys!
Buat bikin jurnal aja, lo butuh lebih dari 4 literatur yg satu buku literaturnya ketebalannya 1000-an halaman-full english- 
Let's be an interpreter!
Dan kalo nanti ujian, semua literatur harus lu bawa, kecuali lu apal tuh satu buku yang halamannya 1000-an, gak bawa gpp. Alhasil, liat aja nnti waktu minggu2 uts/uas, lab.mendadak akan terlihat seperti airport guys. 
Koper digeret dimana-mana, bukan, bukan baju isinya, tapi.........BUKU.
SEMANGAT SEMUAAA! We are a pharmacist!



Semoga, semester 4 ini dapat dilalui dengan menyenangkan dan sukses! Seberat apapun itu. Amin.